A g e n d a /FIA Unilak
  STATISTIK /FIA Unilak
  • Dikunjungi oleh : 339064 user
  • IP address : 34.236.38.146
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Beranda
  • Brigjend Pol Drs Untung Subagyo: Skripsi Mahasiswa Bisa di BNN
Brigjend Pol Drs Untung Subagyo: Skripsi Mahasiswa Bisa di BNN

Selasa,23 Juli 2019

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau, Selasa menggelar Workshop Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Di Lingkungan Pendidikan Tahun 2019. Kegiatan dibuka oleh Kepala BNNP Riau Brigjend Pol Drs Untung Subagyo.

 

Dikatakan, pihaknya sengaja melaksanakan kegiatan ini dalam rangka menggelorakan pencegahan narkoba. Pilar dalam pencegahan narkoba adalah masyarakat, pemerintah dan lembaga pendidikan. “Tema yang ita ambil adalah Membentuk Penggiat Anti Narkoba Sebagai Pelopor Yang Aktif Dan Inovatif Dalam P4GN. Kegiatan ini dilaksanakan di Pekanbaru, 23-24 Juli 2019 di Grand Jatra Hotel,” ujar Untung.

 

Lebih lanjut dikatakan, peredaran narkoba, angka prevalensinya mencapai 100 ribu dari jumlah penduduk Riau yang mencapai 6 juta jiwa. Oleh karena itu ia mengajak stake holders pendidikan untuk turut serta melakukan pencegahan.

 

“Saat ini ada proyek yang sedang dilakukan di Kampung Dalam-Kota Pekanbaru, suatu lokasi yang memang dipetakan rawan peredaran narkoba. Upaya preventif terus dilakukan, maka pola saya merangkul Pemprov dan memberdayakan masyarakat sehingga merubah mindset masyarakat Kampung Dalam,” ungkap Untung.

 

Upaya selanjutnya yang dilakukan dengan melaksanakan pelatihan, sehingga masyarakat memiliki keahlian atau skill. Sebab pihaknya tidak bisa cepat merubah sebagaimana membalik telapak tangan, tapi perlu proses namun sudah banyak perubahan. Hal serupa ungkapnya juga terjadi di Kota Medan, ada Kampung Kubur, di Jakarta ada Kampung Ambon.

 

“Saya akan rubah cara pikir masyarakat, di Kampung Dalam tidak semua, hanya beberapa RT dan RW saja. Namun karena sudah pemahaman ya semua, sehingga timbul stigma di masyarakat bagi mereka warga Kampung Dalam yang ingin kerja kalau beralamat di Kampung Dalam akan sulit diterima,” jelasnya.

 

Hal lain yang dilakukan adalah merangkul komunitas masyarakat seperti kelompok kesenian, olahraga. Artinya, ini tidak hanya mengandalkan polisi dan BNN saja. Pihaknya juga melaksanakan kearifan lokal dengan membentuk 3000  relawan dengan menjalin kerja sama bersama Dinas Pemuda Dan Olahraga. Rencanya secara simbolis dilakukan oleh Gubernur Riau.

 

Kemudian pihaknya juga berupaya mewujudkan juga Desa Bersih Narkoba/ Bersinar dengan melibatkan Kementerian Desa Tertinggal. Dalam hal ini Lembaga pendidikan sebagai wadah tidak kalah penting berperan dalam pencegahan peredaran narkoba dengan pembuatan skripsi atau tugas akhir.

 

“Maka kita mengajak perguruan tinggi untuk mengirimkan mahasiswanya dalam melaksanakan tugas akhir atau skripsi dengan melakukan penelitian di BNN Provinsi Riau. Harapannya tentu masyarakat jadi cerdas, paham dan tahu sehingga bisa mencegah peredaran narkoba,” ajaknya.

 

Hadir di Workshop P4GN ini Wakil Rektor III Universitas Lancang Kuning Dr Eddy Asnawi SH MH, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Administrasi Sudaryanto SP MSi beserta pegawai dan mahasiswa.